ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PABRIK TAHU UD MANDIRI DI SIPANJANG PASIR TALANG KECAMATAN SUNGAI PAGU KABUPATEN SOLOK SELATAN

Authors

  • Risqi Melanda Akuntansi, STIE Widyaswara Indonesia
  • Fatma Yeni Akuntansi, STIE Widyaswara Indonesia
  • Riri Purnama Sari Akuntansi, STIE Widyaswara Indonesia
  • Sastria Nofrita Akuntansi, STIE Widyaswara Indonesia
  • Asmy Febry Tama Akuntansi, STIE Widyaswara Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.63879/jebwi.v1i2.122

Keywords:

Persediaan Bahan Baku, Metode EOQ, Biaya Pemesanan, Biaya Penyimpanan, Reorder Point

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan persediaan bahan baku kedelai pada Pabrik Tahu UD Mandiri di Sipanjang Pasir Talang Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan serta menentukan jumlah pemesanan yang paling ekonomis dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang dianalisis meliputi jumlah kebutuhan bahan baku, biaya pemesanan, biaya penyimpanan, serta frekuensi pemesanan selama tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pembelian bahan baku kedelai yang paling ekonomis berdasarkan metode EOQ adalah 11.251 kg per kali pemesanan, dengan frekuensi pemesanan 5 kali dalam setahun. Titik pemesanan kembali (Reorder Point/ROP) ditetapkan sebesar 616 kg, dan safety stock yang disarankan adalah 28 kg. Total biaya persediaan dengan metode EOQ adalah Rp 3.308.979,14, lebih rendah dibandingkan dengan biaya persediaan menggunakan cara tradisional yaitu Rp 9.072.481,25. Dengan demikian, penerapan metode EOQ memberikan efisiensi biaya sebesar Rp 5.763.502,11 per tahun. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan metode EOQ dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan bahan baku pada Pabrik Tahu UD Mandiri, baik dari segi biaya maupun frekuensi pemesanan. Penulis menyarankan agar pabrik menerapkan metode EOQ secara konsisten, menentukan titik pemesanan kembali, menjaga safety stock, serta melakukan evaluasi biaya persediaan secara berkala untuk memastikan pengelolaan persediaan tetap optimal.

References

Calvin A, & Pondaag, J. J. (2023). Analisis Manajemen Pengendalian Persediaan Bahan Baku Daging Babi Dengan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Pada RM. Coto Boke Ungke Polo Manado Management. Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi, Sosial, Budaya, Dan Hukum), 6(2), 1427–1436.

Hamzah, & Putra, M. (2022). Analisis bahan baku menggunakan teknik perbandingan EOQ dan ROP pada pabrik kerupuk malang. 147–157.

Heizer, J., & Render, B. (2020). No Title. Pengembangan Usaha Kecil Dan Menengah (UKM).

Heriana, I., Setiawati, R., Misda, S., & Mukhlis, M. (2021). Relasi Makna Antar Kalimat pada Berita Sindonews.com. Sajak: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Sastra, Bahasa, Dan Pendidikan, 1(3), 62–67.

Murran, A. (2022). Analisis persediaan bahan baku tempe dengan metode EOQ pada pabrik anugrah jaya. Tafidu Jurnal, 01(4), 286–301.

Usman, S., & Lasiatun. (2023). Analisis persediaan bahan baku dengan metode EOQ dan ROP pada pabrik tahu maju berjaya di bandung. 7, 10462–10468.

Downloads

Published

2025-08-01

How to Cite

Risqi Melanda, Fatma Yeni, Riri Purnama Sari, Sastria Nofrita, & Asmy Febry Tama. (2025). ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PABRIK TAHU UD MANDIRI DI SIPANJANG PASIR TALANG KECAMATAN SUNGAI PAGU KABUPATEN SOLOK SELATAN. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Widyaswara Indonesia, 1(2), 43–49. https://doi.org/10.63879/jebwi.v1i2.122