PENERAPAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK MENGATASI GANGGUAN EMOSI DAN KONSENTRASI BELAJAR PADA SISWA SD
Keywords:
Guidance and Counseling Services;, Emotional Disorders, Learning ConcentrationAbstract
Di sekolah dasar, tidak semua siswa dapat belajar dengan nyaman dan fokus. Beberapa di antara mereka sering kali mengalami kesulitan mengendalikan emosi, mudah menangis, mudah marah, atau bahkan tidak bisa diam di kelas. Hal ini tentu memengaruhi konsentrasi belajar mereka dan bisa berdampak pada prestasi akademik maupun hubungan sosial dengan teman dan guru. Melalui artikel ini, penulis mencoba membahas bagaimana layanan bimbingan dan konseling (BK) dapat diterapkan untuk membantu siswa yang mengalami gangguan emosi dan kesulitan konsentrasi. Artikel ini disusun dengan menggunakan metode studi pustaka dari berbagai jurnal dan buku pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa layanan BK, khususnya dalam bentuk konseling individual atau kelompok, dapat membantu siswa mengenali dan mengelola emosinya dengan lebih baik, sehingga proses belajar pun menjadi lebih optimal. Namun, keterbatasan guru dalam pengetahuan dan pelatihan BK di sekolah dasar menjadi tantangan yang harus segera diatasi.
References
Hidayat, A. (2018). Bimbingan dan Konseling untuk Anak Sekolah Dasar. Bumi Aksara.
Prayitno, E. (2022). Konsep Dasar dan Aplikasi Bimbingan Konseling dalam Pendidikan. Deepublish.
Rahmawati, D., & Yusuf, H. (2019). Penerapan Afirmasi Positif Dalam Menumbuhkan Percaya Diri Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Konseling Pendidikan, 7(3), 220–228.
Trisiana, A., & Mardiyana. (2020). Penerapan Layanan Konseling Individual terhadap Siswa yang Mengalami Gangguan Emosi. Jurnal Konseling Pendidikan, 8(2), 112–121.
Wibowo, T. (2021). Upaya Guru Kelas dalam Menangani Siswa yang Mengalami Gangguan Konsentrasi Belajar. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 6(1), 25–34.
Yuliana, R. (2023). Peran Guru Kelas sebagai Pembimbing Emosional Anak di SD. Jurnal Kajian Pendidikan Dan Anak Usia Dini, 10(1), 48–57.










