Penerapan Modul Ajar dengan Metode Deep Learning untuk Mendorong Pembelajaran Aktif dan Kolaboratif di SD Negeri 06 Pekan Selasa

Authors

  • Riza Eka Putri Pendidikan Guru Sekolah Dasar, STKIP Widyaswara Indonesia, Indonesia
  • Afrimon Pendidikan Guru Sekolah Dasar, STKIP Widyaswara Indonesia, Indonesia
  • Rosmadiana Pendidikan Guru Sekolah Dasar, STKIP Widyaswara Indonesia, Indonesia
  • Dinda Lusti Amelia Pendidikan Guru Sekolah Dasar, STKIP Widyaswara Indonesia, Indonesia
  • Efni Dwi Rachma Nasti Pendidikan Guru Sekolah Dasar, STKIP Widyaswara Indonesia, Indonesia
  • Mulia Novemberi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, STKIP Widyaswara Indonesia, Indonesia
  • Regi Anggara Pendidikan Guru Sekolah Dasar, STKIP Widyaswara Indonesia, Indonesia
  • Valenia Dwi Putri Pendidikan Guru Sekolah Dasar, STKIP Widyaswara Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.63879/jpmwi.v1i3.77

Keywords:

Modul Ajar, Deep Learning, Aktif,, Kolaboratif

Abstract

Deep Learning di sekolah dasar tidak menekankan kepada penggunaan teknologi mutakhir tetapi lebih menekankan kepada konsep memahami, mengaitkan, dan mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan nyata. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan kepada guru di SD Negeri 06 Pekan Selasa mengenai Metode Deep Learning dan penerapannya dalam pembuatan modul ajar agar guru bisa mengintegrasikan prinsip belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan. Kegiatan ini dilakukan dalam tiga tahap, pertama melakukan observasi awal dengan memberikan kuisioner. Kedua membuat surat ijin. Ketiga melakukan pelatihan tentang konsep pelaksanaan metode Deep Learning dan penerapannya dalam pembuatan modul ajar. Hasil kuisioner menunjukkan hanya sebagian kecil guru memiliki pemahaman dasar tentang deep learning tetapi masih sebatas konsep. Pemahaman otodidak yang diperoleh melalui internet dan belum adanya pelatihan resmi membuat guru berusaha memahami secara mandiri dan merasa kesulitan untuk menerapkan dalam pembuatan modul ajar agar pembelajaran aktif dan kolaboratif bisa terlaksana. Kegiatan diadakan selama satu hari. Tim PKM STKIP Widyaswara Indonesia memberikan materi tentang konsep mendasar dan mendalam tentang konsep Deep Learning kemudian dilanjutkan dengan memberikan contoh penerapan modul ajar sesuai kepakaran masing-masing. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mengimplementasikan Deep Learning di Sekolah Dasar serta membuka peluang kolaborasi lanjutan antara sekolah dengan perguruan tinggi.

References

Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Chen, X., Xie, H., & Hauff, C. (2020). Deep Learning for Educational Applications: A Survey. Journal of Educational Technology & Society, Vol 23 No.2, Hal 1-15. ISSN 1436-4522.

Goodfellow, I., Bengio, Y., & Courville, A. (2016). Deep Learning. MIT Press.

Robinson, Sir Ken dan Lou Aronica. (2015). Creative Schools: The Grassroots Revolution That’s Transforming Education. Viking.

Sanjaya, W. (2013). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Sugiono. (2017). Metodologi Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (edisi terbaru). Bandung: Alfabeta.

Wijaya, R., & Nugroho, A. (2021). Penerapan Modul Ajar Berbasis Deep Learning untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SD. Jurnal Pendidikan dan Teknologi Informasi, Vol 7 No.1, Hal 45-53. ISSN 2086-4981

Downloads

Published

2025-07-23

How to Cite

Riza Eka Putri, Afrimon, Rosmadiana, Dinda Lusti Amelia, Efni Dwi Rachma Nasti, Mulia Novemberi, … Valenia Dwi Putri. (2025). Penerapan Modul Ajar dengan Metode Deep Learning untuk Mendorong Pembelajaran Aktif dan Kolaboratif di SD Negeri 06 Pekan Selasa. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Widyaswara Indonesia, 1(3), 89–102. https://doi.org/10.63879/jpmwi.v1i3.77

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.